Revitalisasi adalah suatu proses atau upaya untuk menghidupkan kembali atau menggiatkan kembali sesuatu yang sebelumnya kurang terberdaya. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa revitalisasi adalah suatu upaya atau metode yang dilakukan guna menghangatkan lagi program yang belum maksimal. Revitalisasi juga bisa diartikan sebagai upaya untuk menciptakan sesuatu menjadi penting dan perlu. Revitalisasi identik dengan "giving a new life". Atau memberi "darah baru" dalam kehidupan. Dengan revitalisasi diharapkan akan terjadi perubahan yang terukur dan signifikan, yang dicirikan oleh adanya nilai tambah ekonomi. Salah satu kelembagaan pertanian yang perlu mendapatkan perhatian untuk dilakukan revitalisasi adalah Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).
P4S adalah kelembagaan pelatihan dengan metode permagangan pertanian dan perdesaan yang didirikan, dimiliki dan dikelola oleh pelaku utama dan pelaku usaha secara swadaya baik perorangan maupun kelompok. Bertujuan untuk memperkuat kelembagaan petani sehingga pembinaan pemerintah kepada petani dapat lebih terfokus. Hingga saat ini diperkirakan jumlah P4S di Indonesia sudah mencapai 1.700an, namun belum menampakkan menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap nilai tambah ekonomi para pelaku. Adapun fungsi P4S sebagai: 1) Lembaga penyelenggara pelatihan dan permagangan untuk Pelaku Utama dan/atau Pelaku Usaha lain. 2) Lembaga yang turut andil dalam penyelenggaraan penyuluhan dan pendampingan Pelaku Utama dan/atau Pelaku Usaha lain. 3) Lembaga yang turut menumbuhkan, mengembangkan dan memperkuat kader tani. 4) Sentra dalam pengembangan dan diseminasi teknologi/inovasi, budidaya, perbenihan, pengolahan hasil, pengembangan spesifik lokalita. 5) Sentra pengembangan jejaring Usaha Tani. Dengan demikian P4S Bersama dengan para penyuluh pertanian dapat menjembatani petani di perdesaan untuk mengubah dan memanfaatkan potensi diwilayahnya menjadi sesuatu yang berguna dalam usaha taninya. Misalnya memanfaat kotoran ternak, daun daun kering dsb untuk dijadikan pupuk organik. Oleh karena itu para pengelola P4S harus memiliki kreativitas dan Net Working. di P4S bukan hanya diinfokan cara bercocok tanam saja tapi juga bagaimana berwirausaha yang baik untuk menjadi sukses.
Dari berbagai temuan di lapangan, potret petani, kelompok tani, organisasi petani /P4S yang ada sekarang, sepertinya banyak diantara mereka yang tengah terkena "sindrom bantuan". Mereka akan giat berkiprah, jika mereka mendengar bakal menerima bantuan dari pemerintah. Kelompok KUNCUP MEKAR, loyo saat tidak ada bantuan dan seolah semangat saat ada bantuan. Belum lagi berhubungan dengan kepengurusan organisasi petani yang butuh sentuhan profesionalisme. Banyak pengurus organisasi petani yang lahir dan tumbuh berdasar kekerabatan atau main tunjuk saja, sehingga kemampuan kepemimpinannya tidak memadai.
Di lapangan, sangat sulit menemukan pengelola organisasi petani yang memahami bagaimana menggelindingkan roda organisasi secara profesional dengan dukungan kemampuan yang memadai. Itu sebabnya, salah satu tugas penting dan mendesak adalah melakukan revitalisasi terhadap organisasi petani, khususnya pengelola P4S agar mampu tampil piawai dan profesional. Kita butuh semangat baru dari para pengelola organisasi petani/P4S yang ingin tampil berdaya dan bermartabat.
Atas dasar pengamatan yang menyeluruh, organisasi petani yang Tangguh dan mandiri ditandai dengan: 1. Adanya pertemuan pengurus dan anggota secara berkala. 2. Memiliki program kerja dan evaluasi. 3. Memiliki peraturan untuk pengurus dan anggota. 4. Memiliki catatan administrasi yang rapih. 5. Memberi fasilitas dan kemudahan bagi anggotanya dalam menjalankan usaha taninya. 6. Memiliki Jaringan usaha dan Informasi yg luas.
Agar dapat mewujudkan revitalisasi organisasi petani/P4S, maka hendaknya perlu adanya peninjauan kembali terhadap Permentan no.33 tahun 2016 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Pelatihan Pertanian Swadaya, serta harus adanya turunan dari pedoman tersebut berupa petunjuk pelaksanaannya.
Mari kita lihat perkembangannya !
Penulis: Duddy (Ketua Dewan Penasehat HKTI Jabar dan Ketua Dewan Pakar FK-P4S Jabar) Editor : Teddy RM